BIPI vs JSMR
Perbandingan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan BIPI vs JSMR
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) sama-sama emiten sektor Industrials di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga BIPI di Rp150 (naik 7,14%) dan JSMR di Rp2.800 (turun 2,78%). Dari sisi ukuran, JSMR lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 20,32 T (kategori Big Cap), dibanding BIPI sekitar Rp 9,56 T (kategori Mid Cap). Secara likuiditas, BIPI tergolong Sangat Likuid dan JSMR tergolong Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
- Sektor
- Industrials
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 9,56 T (Mid Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
PT Jasa Marga (Persero) Tbk
- Sektor
- Industrials
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 20,32 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, BIPI atau JSMR?
- JSMR lebih mahal per lembar, di Rp2.800, dibanding BIPI di Rp150. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, BIPI atau JSMR?
- JSMR sekitar 2.1× lebih besar dibanding BIPI dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, BIPI atau JSMR?
- BIPI lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 97,03 M, dibanding JSMR sekitar Rp 9,79 M.
Bandingkan fundamental BIPI vs JSMR secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
