ASII vs BIPI
Perbandingan PT Astra International Tbk dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan ASII vs BIPI
PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sama-sama emiten sektor Industrials di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga ASII di Rp4.820 (naik 0,00%) dan BIPI di Rp150 (naik 7,14%). Dari sisi ukuran, ASII lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 193,83 T (kategori Big Cap), dibanding BIPI sekitar Rp 9,56 T (kategori Mid Cap). Secara likuiditas, ASII tergolong Sangat Likuid dan BIPI tergolong Sangat Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Astra International Tbk
- Sektor
- Industrials
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 193,83 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
- Sektor
- Industrials
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 9,56 T (Mid Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, ASII atau BIPI?
- ASII lebih mahal per lembar, di Rp4.820, dibanding BIPI di Rp150. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, ASII atau BIPI?
- ASII sekitar 20× lebih besar dibanding BIPI dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, ASII atau BIPI?
- ASII lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 226,46 M, dibanding BIPI sekitar Rp 97,03 M.
Bandingkan fundamental ASII vs BIPI secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
