BIPI vs GIAA
Perbandingan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk dan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan BIPI vs GIAA
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sama-sama emiten sektor Industrials di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga BIPI di Rp150 (naik 7,14%) dan GIAA di Rp63 (naik 1,61%). Dari sisi ukuran, GIAA lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 25,65 T (kategori Big Cap), dibanding BIPI sekitar Rp 9,56 T (kategori Mid Cap). Secara likuiditas, BIPI tergolong Sangat Likuid dan GIAA tergolong Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
- Sektor
- Industrials
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 9,56 T (Mid Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk
- Sektor
- Industrials
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 25,65 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, BIPI atau GIAA?
- BIPI lebih mahal per lembar, di Rp150, dibanding GIAA di Rp63. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, BIPI atau GIAA?
- GIAA sekitar 2.7× lebih besar dibanding BIPI dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, BIPI atau GIAA?
- BIPI lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 97,03 M, dibanding GIAA sekitar Rp 7,83 M.
Bandingkan fundamental BIPI vs GIAA secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
