MPRO vs TOWR
Perbandingan PT Maha Properti Indonesia Tbk dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan MPRO vs TOWR
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) sama-sama emiten sektor Real Estate di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga MPRO di Rp11.600 (turun 211,0%) dan TOWR di Rp442 (naik 137,6%). Dari sisi ukuran, MPRO lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 115,33 T (kategori Big Cap), dibanding TOWR sekitar Rp 25,73 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, MPRO tergolong Kurang Likuid dan TOWR tergolong Sangat Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Maha Properti Indonesia Tbk
- Sektor
- Real Estate
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 115,33 T (Big Cap)
- Likuiditas
- 💧 Kurang Likuid
PT Sarana Menara Nusantara Tbk.
- Sektor
- Real Estate
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 25,73 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, MPRO atau TOWR?
- MPRO lebih mahal per lembar, di Rp11.600, dibanding TOWR di Rp442. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, MPRO atau TOWR?
- MPRO sekitar 4.5× lebih besar dibanding TOWR dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, MPRO atau TOWR?
- TOWR lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 35,14 M, dibanding MPRO sekitar Rp 47,32 Jt.
Bandingkan fundamental MPRO vs TOWR secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
