MKPI vs MPRO
Perbandingan PT Metropolitan Kentjana Tbk dan PT Maha Properti Indonesia Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan MKPI vs MPRO
PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) sama-sama emiten sektor Real Estate di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga MKPI di Rp21.725 (turun 11,5%) dan MPRO di Rp11.600 (turun 211,0%). Dari sisi ukuran, MPRO lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 115,33 T (kategori Big Cap), dibanding MKPI sekitar Rp 20,6 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, MKPI tergolong Kurang Likuid dan MPRO tergolong Kurang Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Metropolitan Kentjana Tbk
- Sektor
- Real Estate
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 20,6 T (Big Cap)
- Likuiditas
- 💧 Kurang Likuid
PT Maha Properti Indonesia Tbk
- Sektor
- Real Estate
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 115,33 T (Big Cap)
- Likuiditas
- 💧 Kurang Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, MKPI atau MPRO?
- MKPI lebih mahal per lembar, di Rp21.725, dibanding MPRO di Rp11.600. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, MKPI atau MPRO?
- MPRO sekitar 5.6× lebih besar dibanding MKPI dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, MKPI atau MPRO?
- MKPI lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 909,92 Jt, dibanding MPRO sekitar Rp 47,32 Jt.
Bandingkan fundamental MKPI vs MPRO secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
