HMSP vs TAPG
Perbandingan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dan PT Triputra Agro Persada Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan HMSP vs TAPG
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) sama-sama emiten sektor Consumer Defensive di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga HMSP di Rp655 (turun 75,8%) dan TAPG di Rp2.270 (naik 88,9%). Dari sisi ukuran, HMSP lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 76,19 T (kategori Big Cap), dibanding TAPG sekitar Rp 45,07 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, HMSP tergolong Likuid dan TAPG tergolong Sangat Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
- Sektor
- Consumer Defensive
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 76,19 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Likuid
PT Triputra Agro Persada Tbk
- Sektor
- Consumer Defensive
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 45,07 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, HMSP atau TAPG?
- TAPG lebih mahal per lembar, di Rp2.270, dibanding HMSP di Rp655. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, HMSP atau TAPG?
- HMSP sekitar 1.7× lebih besar dibanding TAPG dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, HMSP atau TAPG?
- TAPG lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 61,67 M, dibanding HMSP sekitar Rp 14,51 M.
Bandingkan fundamental HMSP vs TAPG secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
