AMMN vs UNTR
Perbandingan PT Amman Mineral Internasional Tbk dan PT United Tractors Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan AMMN vs UNTR
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) sama-sama emiten sektor Basic Materials di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga AMMN di Rp5.050 (turun 98,0%) dan UNTR di Rp26.075 (turun 9,6%). Dari sisi ukuran, AMMN lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 365,68 T (kategori Big Cap), dibanding UNTR sekitar Rp 93,16 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, AMMN tergolong Sangat Likuid dan UNTR tergolong Sangat Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Amman Mineral Internasional Tbk
- Sektor
- Basic Materials
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 365,68 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
PT United Tractors Tbk
- Sektor
- Basic Materials
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 93,16 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, AMMN atau UNTR?
- UNTR lebih mahal per lembar, di Rp26.075, dibanding AMMN di Rp5.050. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, AMMN atau UNTR?
- AMMN sekitar 3.9× lebih besar dibanding UNTR dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, AMMN atau UNTR?
- AMMN lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 324,19 M, dibanding UNTR sekitar Rp 109,76 M.
Bandingkan fundamental AMMN vs UNTR secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
