PT ESSA Industries Indonesia Tbk.
PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) adalah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, bergerak di sektor Basic Materials, industri Chemicals. Harga saham ESSA terakhir berada di Rp630 (turun 307,7% pada perdagangan terakhir). Saham ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 10,85 T (kategori Big Cap) dan likuiditas tergolong Sangat Likuid dengan nilai transaksi harian rata-rata Rp 78,58 M.
Kapitalisasi pasar: Rp 10,85 T · Kategori Big Cap · Sangat Likuid
PT ESSA Industries Indonesia Tbk., bersama anak perusahaannya, memiliki dan mengoperasikan kilang gas petrolium cair (LPG) di Indonesia. Perusahaan beroperasi melalui segmen Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Processing Fee, Ammonia, dan Lainnya. Perusahaan menawarkan ammonia yang digunakan sebagai bahan baku untuk produksi pupuk, bahan peledak, zat warna, pembersih rumah tangga, dan nilon. Perusahaan juga menyediakan LPG terutama untuk digunakan sebagai bahan bakar peralatan dapur bagi rumah tangga, pusat perbelanjaan, dan hotel; pabrik ammonia; dan bahan bakar kendaraan bermotor, serta untuk industri konstruksi seperti bahan bakar pengelasan di bengkel baja; dan kondensat untuk digunakan sebagai bahan baku untuk pengencer, perekat, dan aplikasi ban kendaraan, serta light naphtha yang merupakan bahan cracker untuk pembuatan polietilena. Selain itu, perusahaan menyediakan layanan manajemen dan konsultasi bisnis; produk industri dari kilang minyak; dan raw feed gas melalui pipa ledeng, serta industri kimia dasar organik yang bersumber dari produk pertanian. Lebih lanjut, perusahaan menjalankan kegiatan pengadaan dan distribusi gas alam dan gas buatan; pertambangan minyak; perdagangan bahan bakar padat, cair, dan gas; serta kegiatan pendukung pertambangan minyak dan gas alam lainnya. Perusahaan sebelumnya dikenal sebagai PT Surya Esa Perkasa Tbk dan mengubah namanya menjadi PT ESSA Industries Indonesia Tbk. pada Oktober 2023. PT ESSA Industries Indonesia Tbk. didirikan pada 2006 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.
Diterjemahkan otomatis oleh AI dari ringkasan Yahoo Finance — bisa jadi ada ketidaktepatan.
Kamu sedang melihat ringkasan publik. Buka akses penuh untuk analisa mendalam: