INDF vs UNVR
Perbandingan PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Unilever Indonesia Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan INDF vs UNVR
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sama-sama emiten sektor Consumer Defensive di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga INDF di Rp7.175 (turun 69,2%) dan UNVR di Rp1.620 (turun 30,8%). Dari sisi ukuran, INDF lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 63 T (kategori Big Cap), dibanding UNVR sekitar Rp 61,53 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, INDF tergolong Sangat Likuid dan UNVR tergolong Sangat Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk
- Sektor
- Consumer Defensive
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 63 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
PT Unilever Indonesia Tbk
- Sektor
- Consumer Defensive
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 61,53 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, INDF atau UNVR?
- INDF lebih mahal per lembar, di Rp7.175, dibanding UNVR di Rp1.620. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, INDF atau UNVR?
- INDF sekitar 1.0× lebih besar dibanding UNVR dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, INDF atau UNVR?
- INDF lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 40,1 M, dibanding UNVR sekitar Rp 34,82 M.
Bandingkan fundamental INDF vs UNVR secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
