CARE vs MIKA
Perbandingan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan CARE vs MIKA
PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sama-sama emiten sektor Healthcare di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga CARE di Rp402 (naik 100,5%) dan MIKA di Rp1.750 (turun 223,5%). Dari sisi ukuran, MIKA lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 24,34 T (kategori Big Cap), dibanding CARE sekitar Rp 13,37 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, CARE tergolong Kurang Likuid dan MIKA tergolong Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
- Sektor
- Healthcare
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 13,37 T (Big Cap)
- Likuiditas
- 💧 Kurang Likuid
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
- Sektor
- Healthcare
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 24,34 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, CARE atau MIKA?
- MIKA lebih mahal per lembar, di Rp1.750, dibanding CARE di Rp402. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, CARE atau MIKA?
- MIKA sekitar 1.8× lebih besar dibanding CARE dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, CARE atau MIKA?
- MIKA lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 9,04 M, dibanding CARE sekitar Rp 320,67 Jt.
Bandingkan fundamental CARE vs MIKA secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
