BUVA vs VKTR
Perbandingan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan BUVA vs VKTR
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sama-sama emiten sektor Consumer Cyclical di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga BUVA di Rp685 (turun 214,3%) dan VKTR di Rp730 (turun 331,1%). Dari sisi ukuran, VKTR lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 31,94 T (kategori Big Cap), dibanding BUVA sekitar Rp 16,86 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, BUVA tergolong Sangat Likuid dan VKTR tergolong Sangat Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
- Sektor
- Consumer Cyclical
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 16,86 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
- Sektor
- Consumer Cyclical
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 31,94 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, BUVA atau VKTR?
- VKTR lebih mahal per lembar, di Rp730, dibanding BUVA di Rp685. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, BUVA atau VKTR?
- VKTR sekitar 1.9× lebih besar dibanding BUVA dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, BUVA atau VKTR?
- VKTR lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 82,66 M, dibanding BUVA sekitar Rp 62,42 M.
Bandingkan fundamental BUVA vs VKTR secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
