BNLI vs CASA
Perbandingan PT Bank Permata Tbk dan PT Capital Financial Indonesia Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan BNLI vs CASA
PT Bank Permata Tbk (BNLI) dan PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) sama-sama emiten sektor Financial Services di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga BNLI di Rp2.070 (turun 142,9%) dan CASA di Rp1.805 (naik 0,0%). Dari sisi ukuran, CASA lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 98,33 T (kategori Big Cap), dibanding BNLI sekitar Rp 74,9 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, BNLI tergolong Kurang Likuid dan CASA tergolong Kurang Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Bank Permata Tbk
- Sektor
- Financial Services
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 74,9 T (Big Cap)
- Likuiditas
- 💧 Kurang Likuid
PT Capital Financial Indonesia Tbk
- Sektor
- Financial Services
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 98,33 T (Big Cap)
- Likuiditas
- 💧 Kurang Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, BNLI atau CASA?
- BNLI lebih mahal per lembar, di Rp2.070, dibanding CASA di Rp1.805. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, BNLI atau CASA?
- CASA sekitar 1.3× lebih besar dibanding BNLI dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, BNLI atau CASA?
- BNLI lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 108,5 Jt, dibanding CASA sekitar Rp 91,64 Jt.
Bandingkan fundamental BNLI vs CASA secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
