BBCA vs SMMA
Perbandingan PT Bank Central Asia Tbk dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan BBCA vs SMMA
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sama-sama emiten sektor Financial Services di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga BBCA di Rp6.325 (turun 117,2%) dan SMMA di Rp20.000 (turun 12,5%). Dari sisi ukuran, BBCA lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 778,06 T (kategori Big Cap), dibanding SMMA sekitar Rp 127,35 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, BBCA tergolong Sangat Likuid dan SMMA tergolong Kurang Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Bank Central Asia Tbk
- Sektor
- Financial Services
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 778,06 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
PT Sinar Mas Multiartha Tbk
- Sektor
- Financial Services
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 127,35 T (Big Cap)
- Likuiditas
- 💧 Kurang Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, BBCA atau SMMA?
- SMMA lebih mahal per lembar, di Rp20.000, dibanding BBCA di Rp6.325. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, BBCA atau SMMA?
- BBCA sekitar 6.1× lebih besar dibanding SMMA dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, BBCA atau SMMA?
- BBCA lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 782,95 M, dibanding SMMA sekitar Rp 409,1 Jt.
Bandingkan fundamental BBCA vs SMMA secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
