ADRO vs DSSA
Perbandingan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk — profil, harga, ukuran, dan likuiditas berdampingan.
Ringkasan ADRO vs DSSA
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sama-sama emiten sektor Energy di Bursa Efek Indonesia — kerap dibandingkan investor karena bergerak di bidang serupa. Pada perdagangan terakhir, harga ADRO di Rp2.600 (naik 38,6%) dan DSSA di Rp1.085 (naik 140,2%). Dari sisi ukuran, DSSA lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 167,88 T (kategori Big Cap), dibanding ADRO sekitar Rp 74,88 T (kategori Big Cap). Secara likuiditas, ADRO tergolong Sangat Likuid dan DSSA tergolong Sangat Likuid berdasarkan nilai transaksi harian rata-ratanya.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
- Sektor
- Energy
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 74,88 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
- Sektor
- Energy
- Kapitalisasi Pasar
- Rp 167,88 T (Big Cap)
- Likuiditas
- Sangat Likuid
Pertanyaan Umum
- Mana yang harganya lebih mahal, ADRO atau DSSA?
- ADRO lebih mahal per lembar, di Rp2.600, dibanding DSSA di Rp1.085. Perlu diingat, harga per lembar TIDAK menunjukkan mana yang lebih "murah" secara valuasi — itu tergantung rasio seperti PER dan PBV yang mempertimbangkan laba dan aset perusahaan, bukan sekadar angka harganya.
- Mana kapitalisasi pasar lebih besar, ADRO atau DSSA?
- DSSA sekitar 2.2× lebih besar dibanding ADRO dari sisi kapitalisasi pasar.
- Mana yang lebih likuid, ADRO atau DSSA?
- DSSA lebih likuid, dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 552,77 M, dibanding ADRO sekitar Rp 130,95 M.
Bandingkan fundamental ADRO vs DSSA secara lengkap
Kamu sedang melihat perbandingan ringkas publik. Buka akses penuh untuk menyandingkan valuasi & kesehatan keuangan keduanya:
- ✓PER, PBV, ROE, DER berdampingan + warna baik/normal/waspada
- ✓Skor F-Score Piotroski kedua emiten (9 kriteria)
- ✓Graham Number & status murah/mahal masing-masing
- ✓Ringkasan verdict fundamental per emiten
- ✓Bandingkan hingga 30 emiten sekaligus atau se-sektor penuh
